- - - DIRGAHAYU PDAM INDRAMAYU KE-26 - - - Makna Ibadah Kurban

Minggu, 21 Oktober 2012

Makna Ibadah Kurban


بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

    
     Sahabatku semua,
     Tak terasa sebentar lagi kita akan merayakan lebaran Idul adha atau biasa kita sebut dengan hari raya Kurban, insya Allah 26 oktober nanti kita akan merayakanya.
10 djulhijjah dalam penanggalan hijriyah adalah hari raya umat muslim seluruh dunia atau lebih di kenal dengan lebaran haji, karena pada bulan ini beberapa umat muslim di seluruh belahan dunia melaksanakan ibadah haji sebagai bentuk kewajiban rukun islam yang ke-5, menunaikan ibadah haji bagi yang mampu.
     Kurban adalah salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Islam, ajaran ini merupakan ibadah yang pernah di jalankan Nabi Ibrahim AS  saat akan menyembelih putranya Ismail sebelum diganti dengan seekor domba (kibas) oleh Allah SWT.
     Sejarah ini terjadi di jaman nabi Ibrahim AS, ketika nabi Ibrahim AS dikaruniai seorang putra yang diberi nama Ismail hasil perkawinan dengan Siti Hajar, istri keduanya, akan tetapi, belum lagi Ismail tumbuh dewasa, keimanan nabi Ibrahim diuji oleh Allah SWT, melalui mimpi nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih Ismail. Terlintas dalam pikiranya, Ismail yang dibayangkan sebagai penerus perjuangannya harus berakhir diujung pedangnya sendiri, orang tua manakah yang sanggup membayangkan tugas  semacam itu.
    Di sinilah, Iman dan ketulusan dihadapkan dengan realitas pilihan antara hati dan akal, antara cinta pada Allah dengan cinta pada seorang anak, Nabi Ibrahim sempat mengalami kebimbangan antara cinta dan kebenaran. Dan akhirnya Nabi Ibrahim memenangkan kebenaran serta cinta kepada Allah dari pada kecintaannya kepada anak satu satunya yang dimiliki.
    Nabi Ibrahim meyakini dan menyadari bahwa semua miliknya pada hakikatnya hanyalah milik Allah dan pemberian Allah. Bila dikehendaki, Allah berhak meminta kembali seluruh milikNya baik yang ada dilangit maupun di bumi, namun demikian, Nabi Ibrahim menempuh dengan cara cara yang arif dan bijaksana, Ismail putra kesayangannya  dipanggil untuk diperkenalkan pada hakikat hidup,cinta dan kebenaran. Dan Ismail mampu menangkap kegalauan hati Ayahnya. Kepada ayahnya, Ismail memilih kata yang tepat dalam menyatakan pendapat, "Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar" (Q.S. As Shaaffat: 102).
    Inilah makna kurban yang harus selalu kita ingat, apa yang dilakukan hanya semata mata karena Allah SWT.
    Selamat Hari Raya Idul Adha 1433 H, Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua dan dijadikan orang orang yang sempurna Iman dan Islam, dan kelak kita semua diberikan kesempatan untuk menunaikan Ibadah Haji. Amiin.

dirangkum dari berbagai sumber


Artikel Terkait

Poskan Komentar